BerandaAcaraBau Nyale — Saat Laut Menjadi Hidup
Bau Nyale — Saat Laut Menjadi Hidup

Culture | Events

Bau Nyale — Saat Laut Menjadi Hidup

Ritual Tahunan

Setiap tahun di Pantai Seger, ribuan orang berkumpul untuk menangkap cacing laut nyale — yang diyakini sebagai reinkarnasi Putri Mandalika, yang mengorbankan dirinya untuk membawa kedamaian di antara para pelamarnya. Saat fajar menyingsing, masyarakat Lombok Tengah mengarungi air dalam momen hubungan spiritual yang telah diulang selama berabad-abad.

Legenda Putri Mandalika tak terpisahkan dari identitas Lombok selatan. Dihadapkan pada banyak pelamar dan ancaman konflik, ia memilih laut — dan dari pengorbanan itu tumbuh ritual harapan, persatuan, serta penghormatan kepada alam yang masih menarik kerumunan dari seluruh pulau dan luar daerah.

Hari ini Bau Nyale adalah tradisi sakral sekaligus festival budaya yang hidup: musik, kuliner, kerajinan, dan pertemuan komunitas mengiringi ritual fajar. Pengunjung yang datang saat subuh membawa pulang lebih dari foto — mereka membawa cerita yang telah mendefinisikan Lombok Tengah lintas generasi.

Bagikan artikel ini

Bau Nyale — Saat Laut Menjadi Hidup

Bau Nyale — Saat Laut Menjadi Hidup